← Kembali ke daftar

Borobudur Temple

Kode44
Waktu Upload2026-09-10 16:33:01
ID Place0x2e7a8cf009a7d697:0xdd34334744dc3cb
Jumlah Review Google104.065
Jumlah Data380
Pages100
Sort Typehighest_rating
Folder Tanggal202609
Nama File20260910_163301_0x2e7a8cf009a7d697:0xdd34334744dc3cb.json
URL Foto Foto Borobudur Temple

Isi JSON

Menampilkan 301350 dari 380 review   |   50 review/halaman
No Author Rating Review Waktu Language
301 Shaniel Suhaimi 2 Bought ticket on klook. Very hard to find ticket provider that is transparent with what the ticket consist of. I could not go into the temple structure<br><br>As for the temple, very magnificent. However, it would be helpful if there is an information board. We cant always hire a guide 1693807609867 en
302 Annalisa Mele 2 Tempio molto bello, ma pessima gestione. Avevo ingresso alle 8.30, sono arrivata 7.30 e mi hanno permesso di entrare nel parco, ma non al tempio, bisognava attendere le 9.00. ho pensato, forse perché c'era la pulizia della stupa, perché si vedevano vari uomini che con scala idropulitrici e pompe, erano intenti a pulire. Ma invece quando sono entrata dopo le 9.30, dopo aver fatto una colazione pessima e carissima, su tavoli in condizioni igieniche a dir poco da ristorante di strada. Entro al tempio e la squadra delle pulizie era ancora in piena attività di pulizia! Io mi domando, ma si può ancora in orario di piena attività delle visite, impiegare tutta la squadra delle pulizie?!?!? È assolutamente inaccettabile, da chiedere il rimborso del biglietto. 1765707499309 it
303 Daniel González 2 THE HONEST BOROBUDUR REVIEW<br><br>FACTS:<br>*since at least 6 months (as of September 2022) or probably since covid-19 you cannot get ON the temple itself, so all the cool pictures you see in Google are from past times. You can only stay at the base so you can't barely see the temple and its beauty. There were no covid restrictions and no maintenance activities in place, so probably this will stay forever.<br>*entrance ticket is 25 USD (or 45USD for combined ticket with Prambanan)<br>*They will try to force you into paying for a guide, which costs around 200k IDR. I didn't take it.<br>*No Sarong needed, Buddhist temple.<br>*There are no specific covid restrictions, no mask required.<br>*Probably booking a shared tour with your hotel is the easiest and cheapest way (we got a combined tour for Borobudur and Prambanan for 200k IDR per person, while personal driver is 650k IDR for 12 hrs, up to 4 people)<br>*Our guide gave us what looked like fake tickets and we paid HIM everything, so I think they're scamming the system.<br><br>OVERALL:<br>*Current temple experience 2/5 (in the past surely 5/5)<br>*If you're planning to come to Java only for Borobudur think twice. Disappointing experience in my opinion. Can't really say it is or not worth it, it might depend on the amount of days you have, your budget and your expectations, as there's not much to see in Jogjakarta apart from these temple and Prambanan. 1663416231371
304 Johan Sionase 2 Je ne comprends pas tous les avis positifs . Déjà, l'entrée est super chère, 450k roupies pour une heure de visite. Le guide était catastrophique et ne nous a rien appris. De plus, il y a trop de monde.<br>Je mets quand même 2 étoiles car le temple est très beau. 1755225005208 fr
305 Ari Ashcroft 1 Candi nya oke... Cuma sayang pulang nya di puter2 diarah kan ke pintu belakang tempat orang jualan.. Tanda untuk petunjuk arah exit juga kurang jelas mengarah ke pintu yg mana, alhasil nyasar kebelakang jauh sekali dari pintu exit utama.. 1773900602457 id
306 Rully Perdana Putra 1 tidak suka dengan sistem barunya, harus pakai shuttle dan sialnya shuttle tersebut tidak sampai ke titik terdekat candi, masih harus jalan lagi.<br>tempat parkir terbagi", klo tidak tahu, pasti ditempatkan di titik terjauh dari bagian ticketing.<br>- papan petunjuk tidak informatif<br>- harga dibagi 2, yg 50rb sampai pelataran dan 150rb bisa naik ke candi, TIDAK MASUK AKAL<br>- dari parkiran mobil, kita disuruh diputer" dulu ke tempat jualan warga setempat, cape banget deh 1783694081125 id
307 Axzioma Adhitia 1 Percuma ada sistem pembelian tiket online. Redeem tiket dilokasi tetap antei dengan pembeli offline. Sangat mengecewakan 1780121591769
308 Desy Rajagukguk 1 Bayar tiket masuk mahal turun shuttle explore sendiri, kalau mau bayar lebih, sewa jasa guide. Keluar dari candi gak ada petunjuk halte shuttle dimana, nanya petugas satu jawab ke arah sana, tanya lagi petugas depan jawabannya beda. Keliling hampir 1 jam gak ketemu haltenya. Pergi ke pintu masuk malah diomelin sama petugas, gak ada ramah2nya, giliran ditanya arah halte ciman bilang cari aja yg gedung museum, buset ngomelnya kayak kita nyuri barang padahal masuk juga kita bayar dan lagi nyari arah keluar.<br>Giliran haltenya ketemu ternyata manusia udah numpuk karna shuttlenya belum dateng, akhirnya nunggu 30an menit biar bisa keluar, tau gitu mending jalan kaki langsung.<br>Buang buang waktu, gak worth it, gak bakal balik kesini lagi 1753506991440 id
309 N Chanifaza 1 Kapok dah cukup sekali aja ke sini. 50k cuma mandangin susunan batu dari jauh Gak wort it banget..<br>Udah gitu...<br>1. Tiket ada perbedaan & tidak ada yang mandu jadi kalau di teras Candi & muteri Candi aja 50k kalau naik candi masuk ke dalam² Borobudur 120k tapi gak ada arahan jadinya setelah beli baru ngeh kalau ada perbedaan, kirain 50k udah bisa naik candi.<br>2. Petunjuk arah gak jelas & jarang banget jadi kayak orang hilang muter² gak jelas.<br>3. Parkir mahal 5k untuk sepeda motor & parkiran tidak beratap<br>4. Jarak ke pembelian tiket jauh banget & pintu keluarnya pun jauh mesti muter² hutan & sekitarnya cuma hutan kosong gak ada apa², pokoknya menjenuhkan.<br>5. Di dalam kawasan Candi masih berbayar seperti payung, shuttle, jasa Foto<br>6. Gak ada yang jual minum dekat situ 1748817746520 id
310 Rahardian Tri P 1 Sebelum cerita pengalaman main ke sini, buat yg mau berkunjung, perhatiin petunjuk parkir RESMI, soalnya antara titik di maps dan loket masuk cukup jauh, harus teliti buat cari loket masuknya.<br><br>Lanjut review, saya dan istri datang ke candi pada Agustus 2025 dengan tiket yg 120k. Cukup beruntung karena tidak terlalu ramai. Selama menjelajahi candi ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan:<br><br>1. Penjelasan dan pelayanan di loket masuk sampai penukaran sandal sudah jelas. Sayangnya, ini satu-satunya catatan positif dari pengalaman kami dari sisi pelayanan pengunjung.<br><br>2. Petunjuk masuk dan keluar kompleks Candi BANYAAKK banget yang ilegal, bahkan sempat liat pedagang mindahin petunjuk arah keluar DI DEPAN MATA. Jadi banyak korban yg akhirnya keliling tanpa arah yg jelas di area merchandise. Kami beruntung karena sempet denger foreigner yg ngobrol jalur cepetnya lewat mana, jadi ga muter jauh-jauh dan tinggal ngintilin mereka aja hehe.<br><br>3. Harga tiket dan value yang didapat belum sepadan. Dengan harga tiket 120k, cma dapet fasilitas tambahan sandal dan air minum kecil?? Minimal botol 600ml lah.<br><br>4. Shuttle bus ada yang gratis dan yang bayar, shuttle gratis untuk keluar kompleks bertipe sama dengan shuttle ketika masuk. Halte keluar kompleks harus jalan sedikit dari pintu keluar candi. Kami sempet hampir nyasar, untungnya ada rombongan yang menuju halte keluar dan kami tinggal ikut alur aja<br><br>5. Beberapa vending machine tidak terawat dan dibiarkan mati. Vending machine yg nyala isinya soda atau susu, tidak ada air mineral. Mungkin ini cm preferensi pribadi, tapi hal ini cukup disayangkan.<br><br>Secara keseluruhan, pengalaman di kompleks candi cukup menyenangkan karena tertolong vibes candi yang peaceful dan sedikit keberuntungan. Namun, beberapa catatan di atas jadi bikin males buat datang lagi kalau belum ada perbaikan.<br><br>Saran untuk manajemen, minimal perbaiki dulu alur masuk dan keluar kompleks candi. Petunjuk arah yang menyesatkan ini ditertibkan lah, perbanyak denah juga kalau perlu.<br><br>Kalau mau pedagang ini tetep dilewati pengunjung, bikin flow yang jelas dari masuk sampai keluar, masa di pintu masuk ada petunjuk masuk sampai lima biji. Mau keluar? sama aja, banyak petunjuk menyesatkan.<br><br>Banyak contoh yang bisa dipelajari di tempat wisata lain buat atur flow pengunjung, tiket pricy dengan alur kacau bisa jadi fatal nantinya. Sayang banget kalau salah satu candi terkenal jadi sepi gara-gara ulah pedagang nakal & alur pengunjung yang ga jelas. 1754840080687 id
311 Rio Indralaksono 1 Untuk naik keatas candi sekarang diwajibkan pakai tour guide dari pihak pengelola borobudur. Tapi sayang nya manajemen Tour Guide nya sangat buruk. Tidak ada SOP, saya yakin mereka juga tidak tahu berapa orang dalam grup yang mereka pandu. Saya membawa stroller dan anak kecil bersama keluarga. Sudah kami ingatkan agar tidak terlalu cepat, namun tidak dihiraukan. Pada saat tour guide sampai diatas candi, kami masih tertinggal dibawah. Kami tegur dengan sopan, namun tidak ada permintaan maaf, yang ada adalah teguran balik bahkan seperti ocehan pembenaran yang tidak bertanggungjawab. Memang manajemen injourney disini buruk ya. Saya berkunjung 30 Mei 2026 dengan tour guide no 18 yang menyebalkan. Saya berharap kalau manajemen injourney tidak sanggup memberikan excellent experience, serahkan saja pada yang kompeten. 1780120151101 id
312 Veronika Elfrida 1 Jalan kaki terlalu jauh sehingga tidak efektif, tidak ada yg jual minum diarea sehingga orang yang berkunjung sangat sangat lelah, panasssss sekaliiii walaupun banyak pohon besar. Kendaraan tidak sampai area terdekat candi, sandal terlalu keras sehingga kaki lecet2 dan sakit 1778732279701 id
313 juliandi maghribi 1 Hari senin sy kesana..<br>Perjalanan menggunakan maps..trnyata sudah tdk akurat..krn lokasi parkir sudah berpindah 10bulan yang lalu namun peta masih menunjukan lokasi parkiran yg lama..banyak calo antar parkiran dijalan bagi yg bingung.<br><br>Sampai parkiran lokasi jauh dan perjalanan ke loket pembelian tiket naik turun tangga..<br>Bagi yg bawa stroler ada jalan stroler namun lebih jauh, menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan..<br><br>Untuk kedalam tidak boleh bawa makanan dan minuman..dengan asumsi ada banyak yg jual makan dan minum..trnyata ga terlihat.<br><br>Ke candi pakai mobil listrik sampai sekitar candi jalan lagi 300meter..<br><br>Sampai sana krn kita hanya beli tiket 50K, jadi hanya bs liat dari luar..mendekat candi pun ga bs dikasih pagar..<br>Klo mau masuk keatas bayarnya 120K.<br>Saat ini bagi rakyat yg uang pas²an jgn harap bs melihat dan merasakan pengalaman keatas candi.<br>Sangat komersil.<br><br>Jadi sebelum ada perombakan ini, sy pernah beberapa kali keborobudur.<br>Tapi untuk saat ini..pengalaman sy terakhir dan ga akan kesana lagi..<br><br>Belum sampe candinya uda cape..<br><br>Thx 1754959384822 id
314 Ady Putera Setyo Pribadi 1 Sangat biasa untuk sebuah tempat wisata yang melegenda. Saat masuk banyak fasilitas untuk bisa sampai candi, bisa jalan, sepeda, caddy golf namun ketika sudah di candi. Untuk pulang dari candi ke jalan keluar tidak ada kendaraan atau fasilitas yang bisa disewa. Disuruh jalan. Disuruh jalan juga tidak jelas arah jalan keluarnya. Petunjuk keluarnya ada tanda tapi menuju tempat yg direnovasi. Seharusnya jika harus jalan untuk keluar sejauh itu maka disediakan tempat duduk setiap berapa meter untuk istirahat serta harus ada petugas yg berjaga supaya tidak tersesat keluarnya. Dissapointed. 1716089660938 id
315 chatharina Mia 1 Tiket masuk udah mahal tp pelayanan pengunjung gak ada improvement. Kecewa banget liburan ke Borobudur. Dari awal masuk tempat parkir terpencar ada yg sangat jauh dari ticketing area, menuju ticketing area harus melalui kios2 penjualan yg lumayan jauh. Utk ke halaman candi disediakan shuttle gratis, tp utk pulang nya bayar lagi 25-30rb. Sebaiknya tiket masuk dibuat sudah termasuk fasilitas shuttle PP ke halaman candi dan balik ke ticketing area. Jalur keluar dari halaman candi ke tempat parkir sangat jauh, padahal sebetulnya dekat saja, tapi jalur diputar putar supaya kita melewati kios penjual cinderamata yg sebetulnya sudah kita lewati saat mau masuk. Penataan jalur wisatawan dari area parkir, kios penjualan, pintu masuk dan keluar sangat tidak efektif dan malah buat pengunjung emosi, capek, bingung. 1743654188718 id
316 Gogosha Id 1 SANGAT TIDAK WORTH IT. WAJAR MAKIN SEPI.<br>Pengelolaannya sangat buruk. Semua dibuat berbayar. Kalo gamau, ya bakal capek sendiri. Mending gausa kesini. Masih banyakkk wisata lain yang jauh jauh jauh lebih worth it. Konsepnya memang biar orang makin males ke Borobudur kah?<br>Saya kesini membawa bayi 4 bulan, pakai stroller. Pokoknya mereka gamau tau walaupun kamu termasuk golongan prioritas, ga ada keringanan apapun kecuali bayar, bayar, dan bayar. Ga ada alasan apapun gabole lewat lobby utama. Harus muter jauhhh. Mana panas, naik turun tangga, capek, jauh, muter sana sini karna ga ada petunjuk yg jelas.<br>Mending cari tempat wisata lain kalo pengelolaannya masih seburuk ini. 1771065111901 id
317 Sendi Harun 1 Harga tiket naik, mahal lalu dibatasi hanya 1 jam saja. Sudah jauh jauh ke kuil , tiket mahal dan dibatasi hanya 1 jam saja. Lalu pintu keluar dibuat memutar sehingga harus jalan kaki jauh sekali. Kalau yang dekat pintu keluar diminta bayar lagi Rp 20 rb - 25 rb, andong Rp 100rb. Ini pengelola maunya untung besar sebab sudah bayar mahal lalu membuat susah wisatawan. Memang sudah budaya suka bikin urusan dipersulit bukannya dipermudah. Harusnya tidak usah bayar lagi karena harga tiket sudah naik mahal. Dan foto ini menunjukkan sebenarnya dari kuil bisa langsung turun le dekat parkiran mobil EV Tayo tanpa jalan jauh. Kasihan orang lansia atau disabled person. 1743236022472 id
318 mikhail kamal 1 Saat pulang tidak ada bus satupun hari ini dari candi ke luar. Tidak ada toilet utk kencing sekitaran candi. Ada tapi jauh. Tgl 25 jam 12.41 1766727716176
319 Meisha Fahriani Davela 1 shuttle cuma sedikit jadi mengabtre panjang dan rebutan, bangunan buat masuk dan keluar tidak jelas, mau keluar aja harus muter muter gajelas, parkir juga cuma dikit gabisa nampung kendaraan di hari libur kaya gini. Benar benar kecewa. 1774260926643 id
320 Ady Kristono 1 Dikenai tambahan biaya guide di loket pintu masuk sebesar 10k per orang untuk WNI. ketika ditanyakan untuk apa, mereka hanya jawab " Kami cuma membantu". Kuitansi juga tidak diberikan. Bukan masalah uang 10k nya. Tetapi apakah budaya seperti ini tidak memalukan? Mengingat candi borobudur banyak dikunjungi wisatawan asing. Juga sarana promosi memperkenalkan Indonesia di mancanegara 1757989716005
321 Riski Andi Tri Wibowo 1 Tolong lah untuk pengelolaan di lapangan masa buat naik mobil aja harus berebut, gak ada penjagaan dan mengelola nya, kasian orang tua kalah sama yang lebih muda, masa masuk tertip pulang acak acakan 1766831112829 id
322 Ilyas afk 1 24.08.24<br>sangat tidak direkomendasikan untuk datang kesini, tempat masuk dan keluar sangat jauh, apalagi kalau kita membawa motor. semuanya ingin ambil untung. 1724492167983 id
323 Kresna Bayu Tours 1 Kami datang ke borobudur sudah ratusan kali dengan beribu2 rombongan. Semenjak saya bekerja di tour tahun 2004. Puluhan bus dalam setahun kami bawa saat belum ada pembatasan akses.<br><br>Komplainnya? Banyak.<br>1. Akses ke lokasi tambah jauh, nanggung bantuannya untuk naik buggy golf. Berangkat masih dpt jalan yg jauh pulang lebih parah lagi.. banyak orang salah naik yg berbayar...20 ribu. Dan yg gratis masihbjalan jauh pula...<br><br>Kenapa nanggung gitu? Tiket tidak murah, sudah tidak bisa naik candi dengan 50 rb. Mau pemasukan banyak tapi minim layanan.<br><br>2. Guide 150 rb..hanya antar sampai atas..tidak mau membantu dari awal masuk. Kalau pas rame banyak tamu nyasar di pasar yg banyak rambu2 menyesatkan supaya mau belanja. Niat awalnya mau koordinasi dengan guide.<br>Malah tamu nyasar2 gak jelas karena rambu2 dibuat nyasar sama pedagang.<br><br>3. Kalau mau ramai memang harus penurunan tiket, dan perbaikan layanan.<br>Sepertinya sekarang borobudur lebih di khususkan untuk umat agama tertentu saja. Semakin eksklusif untuk WNI. Padahal saya orang Indonesia berhak dan ingin membawa sebanyak2nya wisatawan dtg kesana.<br><br>Dengan segala kesulitan dan exclusivitas diatas...males kayaknya..jauh sama GWK bali..lebih mahal tapi masih mudah akses.<br><br>Kalau namanya masih DTW sebaiknya mikir dulu berarti anda butuh wisatawan. Kecuali anda tulis di depan Biara borobudur. Khusus yg sembahyang yg boleh masuk.Mungkin lebih cocok dengan gaya layanan sekarang.<br><br>4. Saya akan sangat merekomendasikan obyek lain untuk wisatawan. Pokoknya gak borobudur. Banyak yg bagus, murah.<br><br>Saya yakin pendapat saya di setujui kawan2 travel agent yg lain. Cek saja berapa bus dalam sehari yg kunjungan ke sini sekarang. Parkiran bus kosong melompong.<br><br>Sepertinya memang itu harapan pengelola DTW Borobudur. Semakin sepi semakin bisa dipakai untuk berdoa. Dan semakin eksklusif bahkan untuk warga negara sendiri. 1749436271002 id
324 Rizky. Robusta 1 Kemarin kesana...<br>Kalao emang tiket untuk naik ke atas itu sudah habis, karena terbatas... Harus nya tutup saja atau do jelaskan bahwa untuk naik ke atas tiketnya terbatas... Sudah habis... Jangan di jual aja... Dan akhir nya kami kecewa tidak bisa naik ke atas....<br>Karena tidak di berikan penjelasan. Kalo di berikan penjelasan mungkin tidak jadi beli tiket.<br>Saya rasa itu cukup dan tidak mbuat kecewa pemgjung. Apa lagi jauh² datang kesana akhirnya kecewa 1750765331087 id
325 Muhammad Dean 1 SANGAT TIDAK REKOMENDED BUAT BAYI & LANSIA, TEMPATNYA BEDA SEKALI DARI YANG DULU, DIBUAT SUSAH KELUAR DAN MAKIN JAUH, KALOPUN MAU NAIK SHUTTLE HARUS BAYAR, PENGALAMAN SAYA BAWA ANAK YANG MASIH PAKE STROLLER DISANA SUDAH SANGAT KELELAHAN MAUNYA SAYA DAN ISTRI BIAR NUNGGU AJA DILOBBY BIAR GK JAUH JALANNYA TP SAMA YANG JAGA GAK DIBOLEHIN SEDANGKAN MOBIL ADA DI PARKIRAN BLOK M, ALL HASIL ISTRI ANAK UDAH KELELAHAN SAMPAI KE MOBIL, JADI SAYA BILANG SANGAT TIDAK REKOMENDASI BUAT ANAK ANAK DAN LANSIA 1771112861143
326 Ivo Vincenes Sibarani 1 Cukup sekali saja berkunjung ke tempat ini, Perbaikan yang dilakukan berbasis eksklusivitas, tanpa memikirkan kenyamanan pengunjung, sebaiknya jika ingin berbenah, belajar lagi ke tempat wisata yang sudah menerapkan hal seperti ini, seperti GWK Bali. Semua pembangunan hanya berfokus bagaimana mendapatkan keuntungan berlebih. Pengunjung dibiarkan berputar putar sebelum masuk ke pintu masuk, tanpa ada arah yang jelas. Pengunjung dibiarkan kebingungan di pasar belanja dengan tujuan agar pengunjung dapat membeli oleh-oleh. Sudah keburu lelah sebelum melihat tujuan yang ingin dicapai. Pengelolaan shuttle bus juga demikian, jika jauh belajar ke GWK Bali, bisa belajar seperti tempat Wisata Gembira Loka Zoo, yang jelas rutenya, walaupun harga tiketnya mahal, namun service yang diberikan jelas dan sepadan. Bahkan untuk keluar dari tempat wisata hingga ke parkiran, tetap juga wisatawan diputar putar agar berbelanja terlebih dahulu. Jika ditotal, lebih dari 60 menit wisatawan hanya berjalan kesana kemari tidak jelas, mulai dari berangkat hingga pulang. Jika hal ini tetap dibiarkan, sebaiknya pikir dulu 10 - 20 kali untuk berkunjung ke tempat ini 1743653948959 id
327 Kemas Tri 1 Candi nya sih oke, tapi sistem pengelola nya buruk sekali, dimulai dari tempat parkir motor diluar, harga tiket lumayan mahal, pintu keluar yang tidak ramah bagi pengunjung karena memutar sangat jauh sekali, dan sepertinya pengunjung dipaksa melewati labirin pasar sehingga menimbulkan kesan monopoli wisata bagi pengunjung, ada sistem yang dibuat supaya pengunjung menggunakan jasa angkutan mereka dan membeli dagangan mereka dengan terpaksa karena dibuat jauh dengan pintu masuk ataupun parkiran, pokoknya kapok berwisata kesini lagi sebelum pengelolaannya dibenahi. 1674790935595
328 am varghees 1 Security block the walk way (pedestrian way)to the parking lot and forced to go around the market complex which is very far to reach the parking area actually if the allow through walk way its very near... We were family with small kids after long climb also long walk all were tired but the security people didn't show any pity and forced us to walk around. Waktu kita keluar security tutup kan jalur ke parkir (pedestrian way) dan maksa kita untuk jln muter lewat dlm pasar yang lebih jauh dan agak tanjakan, kita keluarga sama anak kecil2 dan sdh capek naik2 ke atas candi dan jln kaki tapi security tidak mau kasih ijin jln lewat pedestrian way dan maksa kita jln memuter lewat pasar itu yang lebih jauh padahal pedestrian way kan langsung ke tmpt parkir<br><br> 1736135345460
329 rf android 1 Kapok ksini, cukup terakhir. Payah.<br>Kesni bukan utk Wisata tp utk disuruh olahraga. Keliling hanya utk jalan kaki, bayar tp fasilitas jauh. 1777624885726 id
330 Andi Irvan Mastulen 1 Sekarang HTM nya mahal menurutku.. harusnya masyarakat indonesia tdk perlu bayar mahal utk melihat peninggalan sejarah di negara sendiri 1777690488301 id
331 rifs 1 Candinya sudah pasti bagus, salah satu keajaiban dunia.. Tp pengelolaannya yg gak bgt.. Jalan keluar dibuat muter2 tempat jualan, sy sampe sakit kaki karena gendong anak.. Coba contoh candi prambanan jalan keluarnya gak muter2.. 1554031557542
332 EDI PECATAN TUKANG SAPU 1 Kawasan ini adalah tempat favorit bagi saya dan semua orang. Setiap ke Jogja saya selalu mampir di sini. Namun sayang dengan regulasi yang baru kami yang uangnya pas pas an tidak bisa menikmati Borobudur secara keseluruhan. Ketika siswa bertanya kesaya maka saya jawab bahwa yang bisa naik ke Borobudur hanya orang kaya saja, kita orang miskin dilarang naik. 1707268030284 id
333 Christtenson Purba 1 Capek dan pelayanan nya perlu diperbaiki. Please sekelas warisan dunia borbudur jangan ada SEWA PAYUNG, TAYO free adan berbayar. Ini ibarat ketika sudah di atas, kalau kebawah urus masing masing. Jadi guider hanya sebatas dongeng antar ke atas.<br><br>Kalau mau photo bagus kalau menikmati pelayanan dari Borobudur buruk. Dan harus jalan kaki panas panasan dan ujungnya digangu sama tukang sewa payung<br><br>Semoga Borobudur memberikan pelayanan dimana konsumen adalah "Raja"<br><br>Terimakasih 1745057792072 id
334 Indira Prakoso 1 Mengecewakan, tidak bisa lihat sunset ataupun sunrise karena buka jam 7 - 16. Tiketnya mahal dan tidak sesuai dengan ekspektasi. Kalau masuk jam 4 sore cuma bisa sampe gerbang candi, tidak boleh naik ke atas candi dan harus keluar jam 5 sore 1646039798850
335 Agnes Rama S 1 yang paling gw gak suka sama borobudur minim tempat berteduh di area yg sangat luas ini, saat hujan deras pake payungpun gak guna fack 1762063693908
336 Wanto Azka 1 Sebenarnya udh bbrp x kesini... Tpi anaku pengin bangetttt liat walopun udh dijelasin ntr bakal cape... Dan benar saja.. Anaku bilang kapok 🤭😅 di ikutin penjual+tukang payung, ditambah lagi pembangunan /perbaikan di sekitar candi.. Semoga ada perbaikan lah oleh pengeloka candi 1719144693022 id
337 Ke' Lezat Jawara Nasi Madura 1 Abaikan tempat ini sebagai rumah ibadah ya.<br><br>Tempat ini juga OBYEK WISATA. Kalau hanya untuk melihat tumpukan batu yang seperti ini, saya rasa sangat sayang untuk kita mengalokasikan waktu ke tempat ini. Melihat dari jauh, kalau mau naik ke atas harus beli tiket jauh hari lewat aplikasi, beli di hari H, on the spot pasti gak ada.<br><br>50rb buat lihat susunan arca dan tembok, yg cuil sana sini dari kejauhan. Saya rasa sangat keterlaluan. Beda sekali dengan Kawasan Wisata Candi Prambanan padahal satu manajemen. Kesini cuma buat foto, itu aja yang didapat.<br><br>Borobudur sekarang sangat komersil. Berbeda dg Borobudur yang dulu. Track jauh dibuat obyekan dengan sewakan andong, tayo dkk.<br><br>Semua berbayar, dan experience yg kita dapat tidak sebanding boss. Istilahnya sampeyan manajemen mbati tok boss. Ya semoga nanti beberapa tahun lagi lebih baik. Tapi saya sudah kapok.<br><br>Pedagang asongan sangat agresif, beda banget dengan di Prambanan yg woles. Disini mereka ndeso banget. Maaf ya sensasinya kayak diuber monyet saat ke Sangeh Bali.<br><br>Karena renovasi besar2an di area pendukung candi, track untuk keluar jauh. Parkir di dekat Entrance, Exitnya jauh, 1,5 km. Harus jalan atau kalau mau naik ojek yg pakai motor gerobak. Sangat tidak aman.<br><br>Kalau seperti ini yg punya Borobudur asli pasti sangat sedih. Tempat ini hanya jadi tempat cari cuan. 1719047360544
338 D 1 Parkir Sangat Jauh jalan kaki sekitar 2 Km, petugas tidak kooperatif mengarahkan 1750303533752
339 Siti Hadidjah 1 Sumpahhh orang mau keluar susah bgt, harus muterin 20 gedung kaliii yaaa... Ngikutin petunjuk arah masuk 1 gedung muterin pedangan2, berhasil keluar gedung, petunjuk arah keluar mengarah ke gedung selanjutnya dan kita muterin gedung itu yg isinya sama pedagang2 semua. Gilaaaa malah lebih capek muterin gedung buat keluar. Drpd jalan ke candi nya. TOLONG DIPERBAIKI UNTUK RUTR JALAN KELUAR. GAK SEMUA ORG PUNYA FISIK YG SAMA 1743581792188
340 aditia constady 1 Saya pastikan ini kesan Pertama dan terakhir kali. Saya tidak akan merekomendasikan keluarga, kerabat, teman dekat untuk datang kesini. Ga tau ini aturan disana berlaku dari kapan. Pertama, bagi saya ticket masuk lumayan mahal untuk wisata keluarga 50rb/perorang dan ga dapet fasilitas apa apa. Dengan harga segitu kita ga bisa masuk ke atas candi karena alasan lagi musim Copit. Air minum dan makanan pun ga boleh dibawa masuk. Cuman disediain air minum tanpa gelas (itu pun keknya mati deh mesinnya). Akses masuk dan akses keluar itu beda jalan, ini yang bikin nyesel seumur hidup. Kita harus jalan lumayan agak jauh untuk ke pelataran candi, mereka sediain fasilitas smacem bus/odong2/mobil golf tapi BAYAR LAGI. Ini gw ga sewa karena pelataran candi masih kliatan mata jadi ga perlu lah sewa, mending jalan aja. Nah yang jadi masalahnya akses keluarnya beda dengan akses jalan masuk. Akses keluar itu kita muterin tuh candi dan harus jalan jaaaauhh buuangeetttt. Waktu itu kita ga sewa odong2, mobil golf atau sejenisnya karena kita pikir deketlah ya sama kyk akses masuk. Ehhh tau nya gillaaaa jauh banget. Kita ga tega liat orng tua sndiri jalan jauh banget. Dari sini gw kapok dah ampun ga bakal bakal lagi kesini. 1653438415004
341 Agos Nurgianto 1 Saya hanya mau drop penumpang aja harus masuk ke parkiran, padahal penumpang jg kg mau bayar parkir alhasil nombok kan. Enak jaman dulu sebelum di rombak kaya gini 1735454523332 id
342 Marcellina Dwinanda Dewanti 1 Relokasi area parkir mengakibatkan jarak parkiran ke ticketing area dan pool shelter sangat jauh, tidak efisien, area parkir dekat ticketing area (area H) justru ditutup. Setelah renov jadi not recommended. 1766456418480
343 Niklas Zeisig 1 Ich würde nicht empfehlen hier herzukommen, der Tempel ist wunderschön... Der Rest, alles drum herum ist entwürdigend. Das ganze im Rahmen eines buddhistischen Tempels so touristisch auszuschlachten...Die Preise sind sehr überzogen für was man geboten bekommt, reine Touristenabfertigung. Und am Ende wird man gezwungen durch ein hunderte Meter langes Labyrinth aus Souvenirshops zu gehen bevor man die Anlage verlassen darf... Das war echt die Höhe... Unser Guide war lieb, ich kanns trotzdem nicht empfehlen, habe mich hier nur geärgert! 1772786693583
344 oisin connolly 1 Pricing is absolutely ridiculous 3 times the price if you are a tourist (150k Vs 455k). You’re allowed at the temple for strictly 1 hour and then you are told to leave. My girlfriend was made to wear a skirt to cover her knees but many other tourists were not.<br>The 455k is meant to include electric kart from the entrance to the bottom of the temple and then back but when you finish the temple you have to leave at the back of the them and follow all the paths further away from the entrance. After 200m there are electric karts but you have to pay for these ones you have to walk a further 500m to get the karts that are included in the 455k cost.<br>Was a nice view at the top and the tour guide was knowledgeable and polite but it was rushed given the time to walk from the drop off point to the temple and the climb up to the top of the temple.<br>Over all I wouldn’t recommended it especially for the price 1777536491783 en
345 Hatice 1 Normally, I don’t give negative reviews for historical sites. This is a first.<br><br>The ticket price is not worth the visit. Non-locals have to pay a much higher entree fee, which is disproportionate to what is being offered. The temple is beautiful but very underwhelming, especially if you’ve been to Angkor Wat. They don’t offer a combined ticket for Prambanan temple, which makes visiting the temples very expensive and overpriced.<br><br>They are very strict about the visiting slots, but this also means that you’re wasting a lot of time waiting for your group’s turn. The waiting areas don’t have sufficient coolers and fans, so you’re sweating already before the tour started.<br><br>The tour guide Nur was very performative, talked a lot about other stuff, made a lot of weird jokes and gave minimal information about Borobudur Temple itself. I was extremely dissatisfied with it and had to look up all information on my own online.<br>He gave very limited information about the story of the Buddha and emphasized that he was gonna cover a small part of the carvings, which didn’t make any sense because there was so much time left. This resulted in wandering around on the temple without actually knowing what you’re looking at. He kept telling us over and over again what the best photo spot was but could’ve spent the same amount of energy and time in explaining more about the temple.<br><br>You have to walk a fair distance on slippers provided by the temple staff, which you are obliged to wear. Those were extremely uncomfortable and hurt my feet.<br><br>You’re forced to walk through all the shops at the entrance and exit without any shortcuts provided.<br><br>I came all the way to Yogyakarta because of this historical site but I wish I skipped it. Not worth it. 1778650926323 en
346 Gillian Larner 1 The temple itself is lovely and the gardens are beautiful, however the ticket price is outrageous. It’s not worth the money. I don’t understand why foreigners pay more, it’s a little unfair. I wonder if the people in here that gave good reviews paid cheaper price. If the price were reasonable I would give a better review as the temple itself is nice. 1711169729826
347 Lorena M. 1 The ground ticket we can absolutely not recommend. You walk trough a park, most of the little buildings are covered because of construction. You just have one view up to the construction. At some places you find a lot. Of trash on the ground. The little shops are closes in the morning. There is really not much to see. 1722134600302
348 Antoni González Gilabert 1 Un circo para turistas.<br>Un precio desorbitado para media hora. Estás más tiempo en el transfer y esperando para entrar que haciendo la visita.<br><br>El guía que tuvimos fue un desastre, no explico casi nada y lo hizo con desganada y con muy poco conocimiento.<br><br>El lugar es bonito, pero no compensa para nada todo lo que lo rodea. 1733130887983 es
349 Nalicia Sawh 1 BEWARE! This was a complete rip-off and money-grab for anyone who isn't local. They charge foreigners USD $25 (vs USD $3 for locals) just to walk around the structure. The tickets for going into the structure sell out quickly.<br><br>When you are exiting, you have to go through a maze of stores with vendors who are relentless and like vultures. They literally follow you throughout hoping you'll buy. I was so exhausted by the time we made it out.<br><br>Overall, the structure is beautiful and impressive. I just wish the management was better and actually respected the structure and its history and meaning. The entire time we were there, we heard nothing but Islamic prayers over the speakers which, along with the prayer room built on the grounds of the structure, felt very disrespectful and as though they wanted to overshadow Buddhism. The prayer room could have easily been built outside of the structure and its grounds as a form of respect for another religion.<br><br>It's sad to see that this structure, which is important to Buddhism and history, is nothing more than a money grab for people who don't care about the culture except to exploit it for their own selfish gains. I'd honestly skip this one and visit Bali instead. 1701291536293 en
350 Thammanit T. 1 ราคาแพงเกินไปสำหรับนักท่องเที่ยว เมื่อเทียบกับชาวท้องถิ่น และต้องจ่ายเพิ่มหากต้องการขึ้นไปข้างบนและจำกัดคนในแต่ละวัน / แน่นอนหากคุณมาและไม่ได้ขึ้นไปเพราะตั๋วเต็ม ก็คงรู้สึกผิดหวัง ที่มาตั้งไกลแต่ไม่ได้ขึ้นไป เป็นวัดที่สวย แต่การจัดการแย่เกินไป และ แพงเกินไปสำหรับสิ่งนี้ .... ถ้าคุณไม่ได้ชอบศิลปะเก่า หรือศาสนา มไ่จำเป็นต้องมาเลย .... 1717302121372 th