← Kembali ke daftar

Fort Vastenburg

Kode54
Waktu Upload2026-09-11 16:58:55
ID Place0x2e7a1687a70e9ca5:0x80c746d6b9a6a66b
Jumlah Review Google16.175
Jumlah Data3.000
Pages300
Sort Typerelevant
Folder Tanggal202609
Nama File20260911_165855_0x2e7a1687a70e9ca5:0x80c746d6b9a6a66b.json
URL Foto Foto Fort Vastenburg

Isi JSON

Menampilkan 301350 dari 3.000 review   |   50 review/halaman
No Author Rating Review Waktu Language
301 Isma 5 Tempat peninggalan keraton yng sangat luar biasa..byak event yang di selenggarakan di tempat ini, model bangunannya sangat unik fan etnik...sangat cocok untuk ber swa foto dan bersantai di sore maupun malam hari... 1680672784906 id
302 Kartini 4 Cukup bagus tp lihat bangunan tuanya agak horor. Bisa buat ngulik sejarah lah ya 1725058022054
303 Ayu MayangSari 5 Paking bagus dateng jam 3an, trus d atas ada kaya resto gitu, nah kalian bisa nongki d situ sambil nunggu sunset, 1763000190158 id
304 Wiwik Widayati 5 Sekarang tambah rapih...tp kenapa yà ga bs masuk 1692240830032 id
305 Anisa Ae 4 Belum bisa masuk, gpp foto di luar aja. 1689143397528
306 NURHAYATI RETNANINGTYAS 4 Sempat memfoto sebelum lanjut ke pusat grosir solo karena lokasi parkir bis pariwisata ada di sekitar beteng ini... 1562490754003
307 Ayi KW 4 Tidak dibuka untuk umum, benteng sudah tidak dijaga maupun di rawat. Hanya ada lapangan kosong 1731662816693 id
308 Pitapitata 4 tempatnya instagramable banget..yg pasti bersejarah..selain itu deket dengan Pusat Grosir Solo, Beteng Trade Center, Klewer dn Keraton Kasunanan Surakarta.. 1563516087886
309 Letezia Rania. 5 Bakso asli solo enak 1 porsi rp 15.000 yang jual simbah2 usia sekitar 65-75th enak baksonya. 1690431747978 id
310 Sarah San 3 Pas datang kesini Sepertinya sedang ada kegiatan dr TNI jd ga bisa melihat kedalam 1634430927028
311 Muchamad Iqbal Arief 3 biasanya hanya dibuka saat ada event saja. 1573633965132
312 Nelly Viona 5 benteng bersejarah peninggalan VOC.<br>Sayang tidak terawat dan tidak bisa masuk. 1705994948037 id
313 Dinarti Feteriani 3 Benteng bersejarah ini terletak di pusat kota solo. Hanya saja pintu banteng tidak pernah di buka, jadi kita hanya bisa foto2 didepan pintu gerbang. Tempatnya teduh, banyak pohon2 besar disana. Letaknya juga tidak terlalu jauh dari pasar korset. 1542584527618
314 Amoga Taliawan 5 Tempatnya luas dan bersih. Sekarang menjadi salah satu spot berbagai makanan dan minuman dimalam hari. 1598190116573
315 Agus Santoso Hadi 3 Seharusnya area pintu utama benteng tdk di parkiri motor. Jadi utk foto terganggu krn ada motor yang di parkir 😩 1665329534178 id
316 Aditya Prima Sanjaya 5 kmrn pas kesana pas ada preweding hahah... ga jadi masuk... itu kok.banyak sumur sumur ya.. 1530914060982
317 Nur Lailatul F UPT Bojonegoro 5 Kesana malam hari, ada atraksi air mancur, kita gak msk, hanya duduk2 didepannya.. benteng tua bnyak kenangan tp dikemas menarik.... jempol, smg makin bnyak pengunjung ke depannya 1752976416026 id
318 Rochmad M 5 Pernah sekali ke sini hampir setahunan yang lalu. Tempat ini merupakan situs bersejarah berupa benteng peninggalan jaman dahulu. Sekarang dijadikan tempat wisata maupun spot lokasi untuk acara acara tertentu, misal lomba panahan. 1570372792046
319 Bayu Dimas Eka 4 Sudah lebih tertata dan rapi , klo malam anda bisa makan ,,makanan khas solo , yaitu hik / angkringan , tepat di sebelah nya 1557792369655
320 Rayyan 5 Benteng Vastenburg adalah salah satu destinasi wisata bersejarah di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Benteng ini dibangun pada tahun 1745 oleh Gubernur Jenderal Belanda, Baron van Imhoff, sebagai pusat pertahanan dan pengawasan terhadap wilayah kerajaan Surakarta. Terletak di pusat kota, tepatnya di kawasan Gladak, benteng ini memiliki daya tarik yang kuat karena arsitekturnya yang megah dan bernuansa kolonial. Dengan luas sekitar 31.500 meter persegi, Benteng Vastenburg menawarkan suasana yang membawa pengunjung kembali ke masa penjajahan Belanda. Tempat ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati sejarah, fotografi, maupun kegiatan seni dan budaya.<br><br>Salah satu kelebihan Benteng Vastenburg adalah lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau. Benteng ini dikelilingi oleh berbagai fasilitas umum seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, dan akses transportasi yang memadai. Sebagai situs sejarah, benteng ini juga sering digunakan untuk berbagai acara seperti pameran seni, konser musik, dan festival budaya. Bangunan benteng yang kokoh dengan halaman luas memberikan ruang yang ideal untuk aktivitas tersebut. Namun, kekurangannya adalah beberapa bagian bangunan benteng kurang terawat, dengan dinding yang mengalami pelapukan dan area tertentu yang terlihat terbengkalai. Selain itu, informasi sejarah di lokasi cukup minim, sehingga pengunjung harus mencari panduan tambahan untuk memahami latar belakang benteng ini.<br><br>Akses menuju Benteng Vastenburg sangat mudah karena lokasinya yang berada di pusat kota Surakarta. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi, angkutan umum, atau bahkan berjalan kaki dari beberapa titik utama seperti Pasar Gede atau Keraton Surakarta. Stasiun Kereta Api Solo Balapan dan Terminal Tirtonadi juga berjarak kurang dari 3 km dari benteng, sehingga wisatawan luar kota dapat mencapai tempat ini dengan cepat. Bagi pengunjung yang menggunakan transportasi online, banyak titik penjemputan dan penurunan yang strategis di sekitar benteng. Jalan menuju lokasi sangat baik dengan rambu-rambu yang jelas.<br><br>Fasilitas di Benteng Vastenburg cukup memadai untuk sebuah situs sejarah. Area parkir tersedia untuk kendaraan roda dua dan roda empat, meskipun kapasitasnya terbatas saat ada acara besar. Di sekitar benteng, pengunjung dapat menemukan toilet umum, area istirahat, dan beberapa warung kecil yang menjual makanan dan minuman. Meskipun fasilitas dasar ini tersedia, pengelolaan dan pengembangan lebih lanjut sangat diperlukan agar kenyamanan pengunjung semakin meningkat. Selain itu, tempat ini dikelilingi oleh berbagai fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan Solo Paragon dan Solo Grand Mall, yang memberikan opsi tambahan bagi wisatawan untuk bersantai atau berbelanja.<br><br>Harga tiket masuk Benteng Vastenburg biasanya gratis untuk pengunjung yang hanya ingin berjalan-jalan dan menikmati suasana. Namun, pada acara tertentu seperti pameran atau konser, tiket masuk dapat dikenakan biaya mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000 tergantung acara yang diselenggarakan. Untuk parkir, kendaraan roda dua memiliki area khusus di dekat pintu masuk, sedangkan kendaraan roda empat seperti mobil pribadi dapat diparkir di area yang lebih luas di sekitar benteng. Kendaraan besar seperti bus pariwisata juga dapat diparkir di kawasan Gladak atau area parkir alternatif lainnya di sekitar pusat kota.<br><br>Di sekitar Benteng Vastenburg, terdapat banyak fasilitas umum yang mudah diakses, seperti rumah sakit, ATM, dan masjid. Beberapa fasilitas terdekat adalah Rumah Sakit Kasih Ibu dan Masjid Agung Surakarta. Pengunjung yang ingin menikmati wisata kuliner atau belanja dapat menuju ke Pasar Gede yang hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki. Selain itu, benteng ini juga dekat dengan destinasi wisata lain seperti Keraton Surakarta dan Museum Radya Pustaka, sehingga memungkinkan wisatawan mengunjungi beberapa tempat sekaligus dalam satu perjalanan. Secara keseluruhan, Benteng Vastenburg adalah destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi. 1736076537726 id
321 Paulus Lidiantoro 4 Tempat e bagus cuma kurang di perawatan nya saja 1662915166690 id
322 Neta Kaweswara 5 Karena disini tempat diselenggarakannya pentas² seni seperti SIPA dan kreaso , Kreasi adalah kreasi anak solo jadi yang menjadi pengisi acara adalah siswa dan siswi yang bersekolah di koto solo antaralain (SD,SMP,SMA,SMK) 1571048886935
323 Anto Twotworial 3 Ini jadi lokasi parkir mobil ya sekarang? Soalnya pas kesana ada banyak movil dan bus, serta sampah berserakan. 1524380874518
324 Leni Luc 2 Tempat tidak terawat tapi sangat potensial sbg warisan budaya 1569490618301
325 Indra Menang 5 Gerbang yang Tak Pernah Tertutup”<br><br>Surakarta, tahun 2025.<br><br>Benteng Vastenburg tampak tenang di siang hari, dikelilingi aktivitas kota yang ramai. Namun bagi Ki Bagus Sujiwo, budayawan dan peneliti spiritual Jawa, tempat ini menyimpan riwayat yang belum selesai. Sudah tiga malam berturut-turut ia didatangi mimpi aneh: seekor lembu bersayap berdiri diam di tengah lapangan benteng, sementara suara gamelan tua terdengar dari balik tanah.<br><br>Ia memutuskan menyelidiki.<br><br>Penemuan Arsip Terlarang<br><br>Dengan izin dari dinas kebudayaan, Ki Bagus memasuki ruangan arsip tua di dalam benteng. Di sana ia menemukan kotak kayu tua bertulis “Van Der Zee, 1776”. Di dalamnya: surat-surat dalam bahasa Belanda dan Jawa Kuno, serta sketsa kasar patung-patung yang kini masih berdiri di depan benteng — termasuk arca pria duduk dan lembu.<br><br>Isi surat mengejutkan:<br><br>> “Kami mendirikan benteng ini di atas reruntuhan kuno. Tanah ini dulunya milik kerajaan besar — disebut Mataram. Penduduk lokal menyebut tempat ini ‘tapal batas dunia halus’. Arca yang kami temukan tampaknya bukan sekadar hiasan. Mereka menjaga sesuatu. Suatu malam, salah satu penjaga kami menghilang. Hanya ada bekas jejak kaki lembu menuju dinding barat...”<br><br>Ki Bagus membaca terus, hingga menemukan kalimat terakhir Van Der Zee:<br><br>> “Jika seseorang yang benar-benar paham Jawa membacakan mantra di depan arca penjaga, maka pintu waktu mungkin terbuka. Aku takut itu benar…”<br><br>Mantra yang Terucap<br><br>Ki Bagus Sujiwo mencoba menelusuri lokasi asli arca itu. Ia menemukan bahwa tempat berdirinya patung sekarang bukan tempat awal. Belanda memindahkannya agar tampak simetris di depan gerbang. Ia mencatat lokasi asli arca berdasarkan peta kuno, lalu suatu malam — sendirian — ia berdiri di titik itu.<br><br>Dengan tenang, ia membaca kidung kuno dari naskah Jawa yang ia pelajari sejak muda. Saat mantra terakhir selesai, angin berhenti. Dunia menjadi sunyi, dan seketika suasana benteng berubah. Ia tidak lagi di tahun 2025.<br><br>Di hadapannya berdiri Kapten Van Der Zee, berwajah pucat namun tidak menakutkan, serta brahmana tua Mataram yang berdiri dengan tongkat berujung emas.<br><br>Kapten Van Der Zee berkata lirih:<br><br>> “Aku hanya ingin pulang, tapi aku terikat janji.”<br><br>Brahmana itu menatap Ki Bagus:<br><br>> “Tiga kekuatan pernah beradu di sini: Hindu, penjajah, dan raja. Engkau adalah penyaksi zaman keempat. Kami hanya butuh satu hal... diingat.”<br><br>Benteng yang Bernapas<br><br>Ki Bagus terbangun di depan arca, keringat dingin membasahi punggungnya. Tapi sesuatu telah berubah.<br><br>Keesokan harinya, pengunjung Benteng Vastenburg melaporkan bau dupa samar di pagi hari, dan beberapa mengaku mendengar suara gamelan sangat pelan — seolah dari bawah tanah. Namun tidak ada yang merasa takut. Justru ada ketenangan yang aneh.<br><br>Ki Bagus Sujiwo tidak membongkar arca. Ia hanya menulis catatan kecil dan menempelkannya di pagar dekat patung:<br><br>> “Ini bukan batu. Ini adalah gerbang.”<br><br>Dan sejak hari itu, arca-arca tua di depan Vastenburg tak lagi sekadar benda. Mereka adalah penjaga sejarah, roh, dan waktu — yang tak akan pernah benar-benar pergi, selama ada yang bersedia mendengarkan. 1749453745801
326 yusuf mahendra 5 Parkiran luas ada toilet umum dan mushola 1771467977152 id
327 Fariz Euyy 1 Bangunan tidak terurus tukang parkir merasa superior tidak memperhatikan tinggi nada bicara yang bisa membuat orang lain tersinggung 1756611436779
328 januar skipper 4 Parkir luas. Namun tidak banyak spot yang bisa dimanfaatkan dari dokumentasi dan tempat bercerita 1671632745025 id
329 Aminatul Laili Lely 4 Tempat bersejarah,tp sayang ketika sampe disana sudah sore dan sudah tutup,jadilah foto2 hanya di depan gerbang benteng 😁 1562769600409
330 As'ak Arif 5 Tgl 24/12/2021 masih digunakan untuk karantina covid-19 1641580193378
331 Asnia Dani 5 Jangan lupakan sejarah ya gaes..<br><br>Dan jajan mie ayam pangsitnya uenak banget (mas Heri) mimin smpe nambah 😂😂🤭 dan hanya berjualan Sabtu Minggu dan tanggal merah ya gaess.. 1704087686587
332 Cinta Damai 5 Buka tiap hari..cocok banget tuk foto prewed dan selfi2 1538181405307
333 IntanIS 2 belum di buka untuk umum, cuma bisa lihat sekeliling saja, dari semarang ke solo ga ada info kalo ini ga di buka untuk umum sedihhh.. 😓😩 1566033169611
334 Eko Wachyu (Sandekala) 5 Magrib Nyampe Sini..<br>Parkiran Bus nya Lumayan Gelap 😂🤣😂 1682677102957 id
335 Ari Fitriana 4 Tempat luas,biasanya untk acara2.kbetulan ini pss ada SIPA 1662824096062 id
336 Ilham Tristadika 5 Tempat ini sering banget buat acara/ event besar di solo... SoloSipppp😻 1537875022376
337 Lilly Rose 5 Luas, kesini buat menikmati solo culinary festival 1661357727516 id
338 F Fauzi 5 banyak makanan yg mayan enak, pertahankan harga 1777454921589
339 Diaz Handika 4 Salah satu peninggalan masa penjajahan, posisinyabtepat di pusat kota di dekat keraton Surakarta dan terdapat pula parkir yg luas. 1533874012994
340 Gayatri Novalinda 3 Jauh2 dari jogja ke solo niat mau lihat ini bangunan, sayang sekarang enggak buka kalau enggak lagi event 🤤 1566125152560
341 Ziz Jelah 5 Foto ini di samping tempat parkir benteng, cocok untuk segala umur di benteng ini. Kuliner di sekitar juga banyak, 1698148697067 id
342 Vlogger Semarang 1 Parkir bus mahal sekali.. ada oknum2 yg hanya memakai karcis cap dengan nama tertentu menarik parkir bus medium sampai 50.000.. sebelumnya hanya membayar 20.000.. kami sebagai pelaku wisata agar pengelola memperhatikan tarif parkir agar disesuaikan dengan ketentuan yang ada.. karena kami membawa peserta juga untuk mengenalkan kawasan galabo.. 1580882258315
343 bungaku hijau 1 Destinasi wisata sejarah yg amat disayangkan, susah payah sampai disana ternyata cuma bisa liat luarnya sajaaaa, bentengnya ditutup. Padahal baru jam 2 siang 1556115155547
344 Mase Masdan 5 Saya sangat senang berada di benteng sini<br>Tempatnya nyaman juga 1696065793383
345 bro edwinomi 5 Tempat saya berbagi berkat dengan Mbah Min, penjual bakso yg lanjut usia, sebatang kara. Hidup penuh syukur dan suci dari perjalanan hidup beliau, Yaa...Mbah Min Bakso Vastenburg dengan gerobag tuanya 1679809505586
346 Mimoto Studio 5 Lokasi take shoting laporan lalin menjelang tahun baru 2018 1547248351690
347 Norman Logandu 5 Sejarah Benteng Vastenburg: Saksi Bisu Kolonialisme di Solo<br><br>Benteng Vastenburg adalah salah satu peninggalan bersejarah di Kota Solo, Jawa Tengah. Terletak di kawasan Gladak, benteng ini menjadi simbol kekuasaan kolonial Belanda pada masa penjajahan. Meski kini tak lagi difungsikan untuk kepentingan militer, keberadaannya menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan sejarah panjang penjajahan di Indonesia.<br><br>Pendirian Benteng Vastenburg<br><br>Benteng Vastenburg dibangun pada tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron van Imhoff. Tujuannya adalah untuk memperkuat kontrol Belanda atas wilayah Surakarta, terutama setelah pusat pemerintahan Kesultanan Mataram dipindahkan dari Kartasura ke Surakarta.<br><br>Benteng ini berfungsi sebagai pusat pengawasan militer Belanda terhadap aktivitas Keraton Kasunanan Surakarta. Letaknya yang strategis — tidak jauh dari keraton — memungkinkan Belanda memantau gerak-gerik raja dan memastikan pengaruh kolonial tetap kuat di kawasan tersebut.<br><br>Arsitektur dan Desain<br><br>Vastenburg memiliki desain khas benteng Eropa abad ke-18. Bentuknya persegi dengan bastion (menara penjaga) di keempat sudutnya, yang memungkinkan pasukan mengawasi segala penjuru. Dindingnya tinggi dan kokoh, dilengkapi dengan parit besar yang dulu berfungsi sebagai perlindungan dari serangan musuh.<br><br>Di dalam benteng terdapat barak-barak untuk pasukan, gudang senjata, serta ruang administrasi. Bagian tengah benteng memiliki lapangan luas yang dahulu digunakan untuk apel pasukan dan latihan militer.<br><br>Peran dalam Sejarah<br><br>Benteng Vastenburg menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting di Solo. Pada masa penjajahan, benteng ini tidak hanya digunakan untuk mengawasi keraton, tetapi juga untuk meredam perlawanan rakyat. Salah satu momen bersejarah adalah ketika benteng ini menjadi basis pasukan Belanda untuk menghadapi pemberontakan Pangeran Diponegoro pada 1825-1830.<br><br>Setelah Indonesia merdeka, benteng ini sempat digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, seiring berjalannya waktu, fungsinya sebagai fasilitas militer berangsur-angsur hilang.<br><br>Kondisi dan Pelestarian<br><br>Sayangnya, benteng ini sempat terbengkalai dan tidak terawat. Namun, upaya pelestarian terus dilakukan. Kini, Benteng Vastenburg kerap menjadi lokasi berbagai acara budaya dan seni di Solo.<br><br>Kesimpulan<br><br>Benteng Vastenburg bukan sekadar bangunan tua, tetapi simbol kekuatan kolonial dan perjuangan rakyat melawan penjajahan. Kehadirannya di jantung Kota Solo mengingatkan kita akan masa lalu yang penuh perjuangan, sekaligus mengajak generasi muda untuk terus menjaga sejarah dan identitas bangsa. Dengan mengunjungi benteng ini, kita tidak hanya melihat bangunan megah, tetapi juga merasakan jejak-jejak sejarah yang membentuk Solo seperti sekarang. 1741935689037 id
348 Elia Sari 5 Tempat bersejarah yang dekat dengan pasar legendaris pasar gede Solo dan pusat perkulakan Beteng dan PGS. 1684930057211 id
349 Mahmudin Abukholik 3 benteng hanya dibuka kalau ada event saja.. sayang sekali jadi gaada pemasukan.. 1562832598484
350 CREWAYS MUSMA 1 Cuma numpang berhenti karena nunggu temen malah disuruh parkir, oke tak pinggirin mungkin karena terlalu ke jalan, pas mau balik malah ditarik uang parkir dengan nada keras, bukan masalah uang atau apa tapi nadanya, saya jelasin pelan kalau cuma nunggu temen nggak parkir karena mau nitipin barang ke temen yg lagi di event fun walk 2025<br><br>Untuk event dan tempat ya bagus cuma orang yang jaga parkir yang kurang mengenakan. 1756606896344 id